Mengapa Oman Jadi Salah Satu Destinasi Paling Underrated yang Pernah Aku Kunjungi

Penulis: Pradeas Amelia Vega

Sumber: https://chanelmuslim.com/berita/negeri-surga-di-timteng-itu-bernama-oman

Kalau mendengar kata Timur Tengah, kebanyakan orang biasanya langsung membayangkan kota-kota futuristik dengan gedung pencakar langit yang menjulang tinggi, pusat perbelanjaan mewah, mobil-mobil mahal, dan kehidupan modern yang serba megah. Aku juga dulu punya gambaran yang hampir sama. Negara-negara seperti Uni Emirat Arab atau Qatar lebih sering muncul di media sosial, video perjalanan, maupun rekomendasi wisata. Sementara itu, Oman justru sering terlewatkan dan jarang masuk daftar destinasi impian banyak traveler. Bahkan sebelum perjalanan ini dimulai, aku hanya tahu sedikit tentang Oman. Aku tahu negara ini berada di ujung Jazirah Arab, memiliki gurun yang luas, dan terkenal dengan budaya Arab yang masih sangat terjaga. Selebihnya, aku hampir tidak memiliki gambaran apa pun.

Namun justru karena minim ekspektasi itulah perjalanan ini menjadi salah satu pengalaman paling mengejutkan yang pernah aku alami. Begitu mulai mencari informasi lebih dalam, aku menemukan foto-foto pegunungan yang megah, oasis berair jernih di tengah gurun, pantai yang masih alami, dan kota-kota yang tetap mempertahankan karakter tradisionalnya. Semakin banyak aku melihat, semakin besar rasa penasaran yang muncul. Dan saat akhirnya aku benar-benar mengunjungi Oman, aku sadar bahwa negara ini menyimpan keindahan yang jauh lebih besar daripada yang pernah aku bayangkan. Oman bukan negara yang berusaha menarik perhatian dengan cara mencolok. Justru ketenangan dan keasliannya itulah yang membuatnya begitu istimewa.

Muscat, Ibu Kota yang Membuat Aku Langsung Merasa Nyaman

Perjalanan aku dimulai dari Muscat, ibu kota Oman yang langsung memberikan kesan berbeda dibanding kota-kota besar lain di kawasan Timur Tengah. Saat pertama kali tiba, aku tidak melihat deretan gedung super tinggi yang mendominasi langit kota. Sebaliknya, aku melihat bangunan-bangunan berwarna terang yang tertata rapi dengan latar pegunungan cokelat yang mengelilingi kota. Muscat terasa modern, tetapi tidak kehilangan identitasnya. Ada keseimbangan yang menarik antara perkembangan dan pelestarian budaya lokal.

Aku menghabiskan hari pertama dengan berjalan santai di beberapa area kota. Yang langsung terasa adalah suasananya yang tenang. Jalanan tidak terlalu ramai, lalu lintas berjalan tertib, dan banyak area publik yang terasa nyaman untuk dinikmati. Aku juga memperhatikan bagaimana arsitektur kota tetap mempertahankan ciri khas Arab tanpa terlalu banyak terpengaruh desain modern yang seragam. Dari awal perjalanan saja aku sudah merasa bahwa Oman memiliki pendekatan yang berbeda terhadap pembangunan. Negara ini terlihat maju, tetapi tidak kehilangan jati dirinya.

Keindahan Sultan Qaboos Grand Mosque yang Sulit Dilupakan

Sumber: https://www.tripadvisor.co.id/Attraction_Review-g1940497-d321349-Reviews-Sultan_Qaboos_Grand_Mosque-Muscat_Muscat_Governorate.html

Salah satu tempat pertama yang aku kunjungi adalah Sultan Qaboos Grand Mosque, dan jujur saja, aku langsung terpukau sejak pertama melihatnya. Masjid ini bukan hanya besar, tetapi juga memiliki detail arsitektur yang luar biasa indah. Dari halaman luar hingga interiornya, semuanya terlihat begitu megah namun tetap terasa elegan. Tidak ada kesan berlebihan, tetapi setiap sudutnya menunjukkan perhatian terhadap detail yang sangat tinggi.

Aku berjalan perlahan menyusuri area masjid sambil mengagumi ukiran, lampu gantung, dan desain geometris yang begitu khas. Suasana di dalamnya terasa sangat tenang. Banyak orang datang untuk beribadah maupun sekadar mengagumi keindahannya, tetapi tempat ini tetap terasa damai. Aku menghabiskan waktu cukup lama di sini karena rasanya sulit untuk terburu-buru meninggalkan tempat yang begitu memukau. Pengalaman ini membuat aku semakin yakin bahwa Oman punya banyak hal yang selama ini kurang mendapat perhatian dari wisatawan internasional.

Wadi Shab, Surga Tersembunyi di Tengah Lanskap Kering Oman

Kalau ada satu tempat yang benar-benar membuat aku tidak percaya bahwa aku sedang berada di Timur Tengah, tempat itu adalah Wadi Shab. Sebelum datang ke sini, aku membayangkan Oman didominasi oleh gurun dan lanskap kering. Tapi Wadi Shab langsung membalik semua asumsi tersebut. Setelah berjalan melewati jalur trekking yang diapit tebing-tebing batu besar, aku mulai melihat kolam-kolam air berwarna biru kehijauan yang sangat jernih.

Pemandangan di sini benar-benar luar biasa. Airnya begitu bening hingga dasar kolam terlihat jelas. Di beberapa bagian, aku bahkan bisa berenang di antara tebing batu yang menjulang tinggi. Suasana di tempat ini terasa seperti oasis rahasia yang tersembunyi dari dunia luar. Aku menghabiskan cukup banyak waktu hanya untuk menikmati pemandangan dan merasakan kesegaran air yang kontras dengan cuaca panas di sekitarnya. Wadi Shab menjadi salah satu alasan terbesar kenapa aku selalu mengatakan bahwa Oman jauh lebih beragam daripada yang banyak orang kira.

Menghabiskan Malam di Gurun Wahiba Sands

Sumber: https://www.tripadvisor.co.id/Attraction_Review-g13222020-d564352-Reviews-Wahiba_Sands-Jalan_Bani_Buhassan_Ash_Sharqiyah_Governorate.html

Salah satu pengalaman yang paling aku tunggu selama di Oman adalah menghabiskan malam di Wahiba Sands. Gurun ini terkenal dengan bukit-bukit pasir berwarna emas yang membentang sejauh mata memandang. Saat pertama kali melihatnya, aku langsung merasa seperti berada di dunia yang berbeda. Tidak ada bangunan, tidak ada suara kendaraan, hanya lautan pasir yang terlihat tidak berujung.

Menjelang sore, aku naik ke salah satu bukit pasir untuk melihat matahari terbenam. Langit perlahan berubah warna menjadi oranye, merah, dan keemasan. Cahaya matahari yang menyentuh permukaan pasir menciptakan pemandangan yang benar-benar luar biasa. Setelah malam tiba, pengalaman itu menjadi semakin spesial. Jauh dari polusi cahaya kota, langit gurun dipenuhi bintang yang terlihat sangat jelas. Aku duduk cukup lama di luar tenda sambil memandangi langit dan menikmati kesunyian yang jarang bisa ditemukan di kehidupan sehari-hari.

Keramahan Orang Oman yang Membuat Perjalanan Semakin Berkesan

Selain alamnya yang luar biasa, salah satu hal yang paling aku ingat dari Oman adalah keramahan masyarakatnya. Selama perjalanan, aku beberapa kali bertemu warga lokal yang dengan ramah menawarkan bantuan atau sekadar mengajak berbincang. Mereka tidak berlebihan, tetapi selalu membuat aku merasa diterima. Bahkan di beberapa tempat, aku diajak menikmati kopi khas Oman dan kurma sebagai bentuk sambutan.

Pengalaman seperti ini mungkin terdengar sederhana, tetapi justru hal-hal kecil inilah yang membuat sebuah perjalanan terasa lebih berkesan. Aku selalu percaya bahwa sebuah destinasi tidak hanya dinilai dari pemandangannya, tetapi juga dari orang-orang yang tinggal di sana. Dan dalam hal ini, Oman memberikan kesan yang sangat positif.

Jadi, Kenapa Oman Sangat Underrated?

Setelah menjelajahi kota, gurun, oasis, pegunungan, dan bertemu banyak orang baik selama perjalanan ini, aku semakin yakin bahwa Oman adalah salah satu destinasi paling underrated yang pernah aku kunjungi. Negara ini memiliki hampir semua hal yang dicari traveler: alam yang luar biasa beragam, budaya yang autentik, sejarah yang kaya, dan suasana yang jauh dari kesan berlebihan. Yang membuat semuanya terasa lebih spesial adalah karena banyak tempat di Oman masih belum terlalu ramai sehingga pengalaman yang didapat terasa lebih personal dan mendalam.

Oman mengajarkan aku bahwa keindahan tidak selalu harus viral untuk layak dikunjungi. Kadang justru tempat-tempat yang tidak terlalu sering muncul di media sosial mampu memberikan pengalaman yang paling membekas. Sampai hari ini, ketika melihat kembali foto-foto dari perjalanan tersebut, aku masih bisa mengingat aroma udara gurun, suara air di Wadi Shab, dan ketenangan yang aku rasakan saat melihat matahari tenggelam di Wahiba Sands.

Kalau suatu hari kamu punya kesempatan menjelajahi Timur Tengah, apakah kamu lebih tertarik berenang di oasis tersembunyi seperti Wadi Shab, menikmati malam penuh bintang di Gurun Wahiba Sands, atau menyusuri pegunungan Oman yang masih jarang diketahui wisatawan?

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jepang untuk First Timer: Tokyo, Kyoto, dan Osaka yang Wajib Dikunjungi

Kamakura Diaries: Pengalaman Menikmati Jepang yang Lebih Slow dan Authentic

Traveling ke Vietnam: Pengalaman Sederhana Yang Bikin Berkesan