Mengapa Armenia Jadi Salah Satu Destinasi Paling Underrated yang Pernah Aku Kunjungi

 Penulis: Pradeas Amelia Vega

Sumber: https://blog.onevasco.com/reasons-to-visit/armenia

Aku selalu punya kebiasaan mencari destinasi yang belum terlalu ramai dibicarakan orang. Bukan karena aku nggak suka tempat populer, tapi ada rasa penasaran tersendiri ketika menemukan tempat yang belum terlalu banyak masuk itinerary traveler kebanyakan. Dan dari sekian banyak perjalanan yang pernah aku bayangkan, jujur aja aku nggak pernah menyangka kalau Armenia bakal jadi salah satu negara yang paling membekas di kepala aku. Awalnya negara ini cuma muncul sekilas waktu aku lagi cari referensi perjalanan ke kawasan Kaukasus. Aku lihat beberapa foto pegunungan, gereja tua di atas tebing, dan kota dengan nuansa klasik yang tenang. Nggak terlalu heboh, nggak terlalu viral, tapi justru itu yang bikin aku penasaran. Dan setelah akhirnya aku datang langsung, aku mulai paham kalau Armenia adalah tipe tempat yang nggak langsung bikin orang terpukau dalam lima menit pertama, tapi perlahan masuk dan tinggal lama di ingatan.

Kesan Pertama Saat Sampai di Armenia: Tenang, Hangat, dan Berbeda

Perjalanan aku dimulai dari Yerevan, ibu kota Armenia yang sering disebut sebagai salah satu kota tertua yang terus dihuni di dunia. Sebelum datang, aku sempat membayangkan suasana kota yang mungkin terlihat sangat kuno atau terlalu sepi, tapi ternyata kenyataannya jauh lebih menarik. Yerevan terasa hidup, tapi dengan ritme yang jauh lebih santai dibanding banyak ibu kota lain yang pernah aku datangi. Jalanannya cukup ramai, ada kafe di banyak sudut kota, orang-orang duduk santai sambil ngobrol, dan suasananya terasa hangat tanpa berlebihan. Yang paling aku suka adalah bagaimana kota ini tetap terlihat modern tanpa kehilangan identitas sejarahnya. Gedung-gedung batu dengan warna khas membuat kota ini punya karakter yang langsung terasa begitu aku berjalan kaki menyusuri pusat kota.

Kota yang Tidak Berusaha Menjadi Viral, Tapi Justru Membuat Aku Betah

Sumber: https://aplussingapore.com/article/yerevan-armenia-travel

Ada sesuatu yang aku rasakan selama berada di Yerevan yang cukup berbeda dibanding kota wisata populer lainnya. Aku nggak merasa kota ini sedang berusaha menarik perhatian atau terlihat sempurna untuk media sosial. Semuanya terasa apa adanya, dan justru itu yang bikin aku nyaman. Aku menghabiskan cukup banyak waktu cuma buat jalan kaki tanpa tujuan, masuk ke kafe kecil, duduk sambil minum kopi, lalu melihat orang-orang berlalu lalang. Di beberapa sudut kota ada musisi jalanan, ada taman kecil yang dipenuhi keluarga lokal, dan semuanya terasa sangat manusiawi. Aku nggak merasa harus buru-buru mengejar daftar tempat wisata karena suasana kota itu sendiri sudah cukup jadi pengalaman. Kadang tempat terbaik memang bukan yang paling ramai dibicarakan, tapi yang membuat kita merasa bisa bernapas lebih lega.

Danau Sevan: Tempat yang Bikin Aku Diam Lebih Lama dari Rencana

Sumber: https://www.tripadvisor.co.id/Tourism-g608454-Lake_Sevan_Gegharkunik_Province-Vacations.html

Salah satu tempat yang paling aku tunggu selama di Armenia adalah Lake Sevan. Banyak orang menyebut tempat ini sebagai salah satu danau pegunungan terbesar di kawasan tersebut, tapi jujur aja aku nggak menyangka suasananya bakal seindah itu. Begitu sampai, hal pertama yang aku lihat adalah hamparan air luas berwarna biru dengan latar pegunungan yang terlihat tenang dan megah. Angin di sini cukup dingin tapi nyaman, dan suasananya bikin aku otomatis berjalan lebih pelan. Aku naik ke area sekitar biara di atas bukit dan melihat danau dari ketinggian. Dari sana semuanya terlihat sangat luas dan tenang sampai rasanya waktu berjalan lebih lambat. Aku duduk cukup lama tanpa membuka HP, tanpa buru-buru mengambil foto, dan cuma menikmati suasana yang ada di depan mata.

Biara-Biara Armenia yang Membuat Tempat Ini Punya Karakter Kuat

Sumber: https://www.idntimes.com/travel/destination/5-biara-paling-terkenal-di-armenia-sarat-budaya-dan-sejarah-01-813x8-1xl2xt

Kalau ada satu hal yang menurut aku membuat Armenia terasa sangat khas, itu adalah biara-biara kunonya. Aku mengunjungi beberapa tempat bersejarah dan setiap tempat punya suasana yang berbeda. Salah satu yang paling membekas buat aku adalah Tatev Monastery yang berdiri di atas tebing dengan pemandangan pegunungan luas di sekelilingnya. Perjalanan menuju ke sana sendiri sudah terasa seperti petualangan karena jalannya melewati lembah dan pemandangan alam yang luar biasa. Saat sampai, aku langsung merasa tempat ini punya energi yang tenang tapi kuat. Bangunannya sederhana tapi megah dengan cara yang nggak berlebihan. Aku berdiri cukup lama melihat sekitar dan berpikir kalau tempat seperti ini jarang banget bisa memberikan rasa kagum sekaligus tenang di waktu yang sama.

Orang-Orang Armenia yang Membuat Perjalanan Jadi Lebih Berkesan

Sumber: https://www.theslowcyclist.com/stories/the-best-restaurants-in-yerevan/?

Selain tempatnya, hal yang bikin aku makin suka sama Armenia adalah orang-orangnya. Aku beberapa kali ngobrol dengan pemilik penginapan, pelayan restoran, sampai orang lokal yang sekadar menyapa saat aku lagi jalan. Mereka nggak berlebihan, tapi terasa tulus dan ramah. Ada rasa diterima yang bikin aku nyaman selama perjalanan. Aku juga sempat mencoba beberapa makanan lokal dan sering dapat rekomendasi langsung dari warga sekitar. Pengalaman kecil seperti ini justru yang paling lama aku ingat setelah pulang. Kadang yang bikin sebuah perjalanan berkesan bukan cuma pemandangannya, tapi bagaimana tempat itu membuat kita merasa selama berada di sana.

Jadi Kenapa Armenia Menurut Aku Sangat Underrated?

Setelah perjalanan ini selesai, aku terus mikir kenapa Armenia nggak lebih sering muncul di daftar destinasi impian orang-orang. Negara ini punya kombinasi yang menurut aku lengkap: kota yang nyaman, sejarah yang panjang, alam yang indah, budaya yang kuat, dan suasana yang tenang. Tapi mungkin justru karena belum terlalu ramai, pengalaman yang didapat terasa jauh lebih personal. Armenia bukan tempat yang langsung menarik perhatian dalam satu detik, tapi tempat yang perlahan bikin kamu jatuh hati tanpa sadar. Semakin lama aku di sana, semakin aku merasa kalau perjalanan terbaik bukan selalu ke tempat yang paling viral, tapi ke tempat yang memberi ruang untuk benar-benar menikmati perjalanan itu sendiri. Dan sampai sekarang, Armenia masih jadi salah satu negara yang paling sering aku rekomendasikan kalau ada orang yang bilang mereka ingin mencoba destinasi yang berbeda.

Setelah membaca cerita perjalanan aku di Armenia yang tenang, penuh sejarah, dan dipenuhi pemandangan yang nggak banyak orang tahu ini, kalau kamu diberi kesempatan memilih satu destinasi anti-mainstream untuk dikunjungi, apakah kamu tertarik memasukkan Armenia ke daftar perjalanan impian kamu berikutnya?


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamakura Diaries: Pengalaman Menikmati Jepang yang Lebih Slow dan Authentic

Trip Seru ke Yogyakarta: Dari Sunrise Merapi sampai Sunset Parangtritis

Jepang untuk First Timer: Tokyo, Kyoto, dan Osaka yang Wajib Dikunjungi