Di Balik Gurun Emas: Menemukan Wajah Baru Arab Saudi

 Penulis: Pradeas Amelia Vega

1. Tempat Wisata di Arab Saudi-Masjid al-HaramSumber: https://id.trip.com/guide/activity/tempat-wisata-di-arab-saudi.html

Ketika mendengar nama Arab Saudi, selama ini yang langsung terlintas dalam pikiranku adalah Makkah, Madinah, jutaan jamaah dari berbagai negara, serta hamparan gurun yang luas sejauh mata memandang. Aku mengira negara ini adalah destinasi yang identik dengan perjalanan spiritual dan sejarah Islam semata. Namun semua pandangan tersebut berubah ketika aku memutuskan untuk mengunjunginya secara langsung. Arab Saudi yang kutemui ternyata jauh lebih beragam, lebih modern, dan lebih memukau daripada yang pernah kubayangkan sebelumnya.

Dalam beberapa tahun terakhir, Arab Saudi menjadi salah satu negara yang paling banyak diperbincangkan dalam dunia pariwisata global. Banyak konten perjalanan yang viral menampilkan keindahan AlUla, kemegahan Riyadh, hingga pesona Laut Merah yang belum banyak diketahui wisatawan internasional. Rasa penasaran membuatku ingin melihat sendiri bagaimana negara yang dikenal sangat konservatif ini bertransformasi menjadi salah satu destinasi wisata yang sedang naik daun di Timur Tengah.

Dan setelah menghabiskan beberapa hari menjelajahi berbagai kota di sana, aku memahami mengapa semakin banyak traveler memasukkan Arab Saudi ke dalam bucket list mereka.

Kesan Pertama di Riyadh

Locals and foreigners sit in front of Al Masmak Palace Museu, in Riyadh, Saudi Arabia, May 31, 2025. REUTERS/Hamad I Mohammed

Sumber: https://travel.detik.com/international-destination/d-8010347/liburan-ke-arab-saudi-yuk-kunjungi-5-destinasi-memukai-di-riyadh

Perjalananku dimulai di Riyadh, ibu kota Arab Saudi yang menjadi simbol perubahan besar negara ini. Ketika pesawat mulai mendarat, aku melihat hamparan kota yang sangat luas dengan gedung-gedung tinggi yang menjulang di antara lanskap gurun.

Kesan pertama yang kurasakan adalah betapa modernnya kota ini.

Aku melihat jalan raya yang tertata rapi, kawasan bisnis yang dipenuhi gedung futuristik, pusat perbelanjaan mewah, serta berbagai proyek pembangunan yang sedang berlangsung. Sulit dipercaya bahwa kota ini berada di tengah kawasan yang selama ini identik dengan gurun pasir.

Pada malam hari, Riyadh terlihat semakin memukau. Cahaya lampu kota membentuk panorama yang mengingatkanku pada kota-kota metropolitan besar di dunia. Banyak anak muda berkumpul di kafe, keluarga berjalan santai di taman kota, dan suasana malam terasa hidup tanpa kehilangan identitas budayanya.

Di sinilah aku mulai menyadari bahwa Arab Saudi sedang bergerak menuju masa depan dengan kecepatan yang luar biasa.

Menjelajahi Kota yang Sedang Bertransformasi

Selama beberapa hari di Riyadh, aku mengunjungi berbagai tempat yang menunjukkan bagaimana negara ini sedang berubah. Salah satunya adalah kawasan modern yang dipenuhi bangunan dengan desain futuristik.

Aku melihat bagaimana teknologi, arsitektur modern, dan budaya lokal berpadu dalam satu ruang yang sama.

Menariknya, meskipun modernisasi terjadi di mana-mana, nilai tradisional tetap terasa kuat. Aku masih melihat masjid-masjid yang ramai, pasar tradisional yang hidup, serta masyarakat yang menjaga budaya mereka dengan baik.

Perpaduan antara masa lalu dan masa depan inilah yang membuat Riyadh terasa unik.

Kota ini tidak mencoba meninggalkan identitasnya demi menjadi modern. Sebaliknya, Riyadh menunjukkan bahwa tradisi dan inovasi bisa berjalan berdampingan.

Perjalanan Menuju AlUla

Jika Riyadh menunjukkan wajah modern Arab Saudi, maka AlUla memperlihatkan sisi sejarah dan keajaiban alam yang luar biasa.

Aku harus menempuh perjalanan cukup panjang untuk mencapai kawasan ini. Namun sejak perjalanan dimulai, aku sudah disuguhi pemandangan yang membuatku sulit berhenti memandang keluar jendela.

Hamparan gurun membentang luas hingga ke cakrawala. Sesekali terlihat formasi batu raksasa yang berdiri kokoh di tengah padang pasir. Lanskapnya terasa begitu berbeda dengan apa pun yang pernah kulihat sebelumnya.

Semakin mendekati AlUla, pemandangan menjadi semakin dramatis.

Tebing-tebing batu berwarna keemasan muncul di berbagai sisi, menciptakan suasana yang terasa seperti berada di planet lain.

Tidak heran jika banyak fotografer dan content creator dunia menjadikan tempat ini sebagai salah satu lokasi favorit mereka.

AlUla, Harta Karun yang Tersembunyi di Gurun

658159371a494.jpgSumber: https://himpuh.or.id/blog/detail/2301/kisah-al-ula-kota-yang-dulunya-disebut-terkutuk-kini-jadi-destinasi-wisata-andalan-arab-saudi

Ketika akhirnya tiba di AlUla, aku langsung memahami mengapa tempat ini menjadi ikon baru pariwisata Arab Saudi.

AlUla adalah perpaduan sempurna antara sejarah, budaya, dan keindahan alam.

Salah satu lokasi yang paling terkenal adalah Hegra, situs warisan dunia UNESCO yang dibangun oleh peradaban Nabatean ribuan tahun lalu.

Saat berjalan di antara makam-makam kuno yang dipahat langsung ke tebing batu, aku merasakan perasaan kagum yang sulit dijelaskan. Aku terus bertanya-tanya bagaimana manusia pada masa itu mampu menciptakan karya arsitektur yang begitu luar biasa di tengah lingkungan gurun yang keras.

Setiap ukiran, setiap pahatan, dan setiap detail bangunan seolah menceritakan kisah panjang tentang kehidupan masa lalu.

Berjalan di kawasan ini terasa seperti melakukan perjalanan melintasi waktu.

Malam yang Dipenuhi Ribuan Bintang

Ketika malam tiba, AlUla menunjukkan keindahan lainnya.

Karena jauh dari polusi cahaya kota besar, langit malam terlihat sangat jelas.

Aku bisa melihat ribuan bintang menghiasi langit.

Bahkan beberapa gugusan bintang yang biasanya sulit terlihat tampak begitu terang.

Aku duduk cukup lama di area terbuka sambil menatap langit.

Momen tersebut membuatku merasa sangat kecil di hadapan alam semesta.

Di tengah rutinitas yang sering kali dipenuhi deadline, pekerjaan, dan berbagai distraksi digital, malam di AlUla mengingatkanku bahwa dunia ini jauh lebih luas daripada yang sering kita sadari.

Menemukan Keindahan Laut Merah di Jeddah

Banyak orang mengira Arab Saudi hanya memiliki gurun.

Aku juga sempat berpikir demikian.

Namun pandangan itu berubah ketika aku mengunjungi Jeddah.

Kota pesisir ini terletak di tepi Laut Merah dan memiliki suasana yang sangat berbeda dibandingkan Riyadh maupun AlUla.

Udara terasa lebih segar. Angin laut bertiup lembut. Dan suasana kota terasa lebih santai.

Sore hari menjadi waktu favoritku untuk berjalan di sepanjang kawasan pesisir.

Aku menyaksikan keluarga berkumpul, anak-anak bermain, dan wisatawan menikmati pemandangan laut yang tenang.

Ketika matahari mulai tenggelam di cakrawala Laut Merah, suasana menjadi sangat romantis dan menenangkan.

Saat itu aku benar-benar lupa bahwa aku sedang berada di negara yang selama ini identik dengan gurun pasir.

Menjelajahi Al-Balad yang Bersejarah

Selain pantainya, Jeddah juga memiliki kawasan bersejarah bernama Al-Balad.

Berjalan di sini membuatku merasa seperti kembali ke masa lalu.

Gang-gang sempit, bangunan tua, balkon kayu khas Arab, dan berbagai toko tradisional menciptakan suasana yang sangat autentik.

Aku menghabiskan berjam-jam hanya untuk berjalan tanpa tujuan tertentu.

Setiap sudut memiliki cerita.

Setiap bangunan memiliki sejarah.

Dan setiap langkah memberikan pengalaman baru yang tidak bisa ditemukan di tempat lain.

Pelajaran yang Aku Bawa Pulang

Ketika perjalanan ini berakhir, aku menyadari bahwa Arab Saudi memberiku lebih dari sekadar foto-foto indah dan pengalaman wisata.

Negara ini mengajarkanku untuk melihat sesuatu dengan pikiran yang lebih terbuka.

Aku belajar bahwa perubahan bisa terjadi dengan sangat cepat.

Aku belajar bahwa sejarah dan modernitas tidak harus saling bertentangan.

Dan aku belajar bahwa terkadang destinasi yang paling berkesan justru adalah tempat yang sebelumnya tidak pernah masuk dalam daftar impian kita.

Kini, setiap kali melihat kembali foto-foto Riyadh yang futuristik, tebing-tebing megah AlUla, dan sunset di Laut Merah, aku selalu teringat pada perjalanan yang mengubah pandanganku tentang Arab Saudi. Jika suatu hari nanti kamu memiliki kesempatan untuk menjelajahi negara yang memadukan sejarah ribuan tahun, budaya yang kaya, keajaiban gurun, dan transformasi modern yang luar biasa, apakah Arab Saudi akan menjadi salah satu destinasi yang ingin kamu kunjungi?

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jepang untuk First Timer: Tokyo, Kyoto, dan Osaka yang Wajib Dikunjungi

4 Hari 3 Malam di Thailand: Itinerary Santai dari Kuliner, Belanja, sampai City Lights Bangkok

Kamakura Diaries: Pengalaman Menikmati Jepang yang Lebih Slow dan Authentic