Cerita Berburu Oleh-Oleh dari Thailand, Malaysia, Singapura, hingga Indonesia
Aku termasuk tipe orang yang selalu menghubungkan perjalanan dengan makanan. Bahkan sebelum berangkat, biasanya hal pertama yang dicari bukan tempat wisata, melainkan daftar makanan yang wajib dicoba dan toko oleh-oleh yang wajib didatangi.
Bagi aku, makanan selalu menjadi bagian yang paling berkesan dari sebuah perjalanan. Kadang kita bisa lupa nama jalan yang dilewati atau urutan tempat wisata yang dikunjungi, tetapi rasa makanan yang enak justru sering melekat lebih lama di ingatan.
Perjalanan ke Asia Tenggara : Thailand, Malaysia, Singapura, dan berbagai kota di Indonesia membuat saya semakin percaya bahwa setiap tempat punya cerita yang bisa dinikmati melalui makanannya. Dan anehnya, hampir setiap perjalanan selalu berakhir dengan satu masalah yang sama: koper pulang lebih berat daripada saat berangkat.
Thailand: Negara yang Selalu Membuat Koper Pulang dalam Keadaan Penuh
Kalau berbicara soal wisata kuliner di Asia Tenggara, Thailand selalu menjadi salah satu negara yang langsung terlintas di pikiran. Bangkok bukan hanya terkenal karena tempat wisatanya yang ramai dan modern, tetapi juga karena makanan yang seolah ada di setiap sudut kota.
Begitu sampai di Bangkok, biasanya rasa penasaran langsung muncul. Di mana-mana ada makanan yang terlihat menarik untuk dicoba. Mulai dari jajanan kaki lima, restoran lokal, sampai food court di mall, semuanya terlihat menggoda.
Salah satu makanan yang menurut saya wajib dicoba tentu saja Pad Thai.
Meskipun sekarang Pad Thai sudah mudah ditemukan di berbagai negara, tetap saja ada perbedaan ketika mencobanya langsung di Thailand. Rasanya terasa lebih autentik. Perpaduan manis, gurih, sedikit asam, dan aroma khas dari proses memasaknya membuat hidangan sederhana ini terasa istimewa.
Yang menarik, hampir setiap penjual memiliki versi Pad Thai yang sedikit berbeda. Ada yang lebih manis, ada yang lebih smoky, dan ada yang lebih kuat rasa jeruk nipisnya. Justru karena itulah mencoba Pad Thai di beberapa tempat berbeda menjadi pengalaman yang menyenangkan.
Selain makanan utama, Thailand juga terkenal dengan berbagai minuman yang selalu berhasil menarik perhatian wisatawan. Thai Tea tentu menjadi salah satu yang paling populer. Rasanya lebih creamy dan lebih kuat dibandingkan banyak versi yang dijual di luar Thailand.
Namun kalau ada satu tempat yang hampir selalu masuk daftar kunjungan wisatawan Indonesia sebelum pulang, jawabannya adalah Big C.
Begitu masuk ke dalam Big C, rasanya seperti masuk ke taman bermain versi pecinta makanan. Awalnya mungkin hanya berniat membeli beberapa oleh-oleh untuk keluarga atau teman. Tetapi setelah melihat deretan snack, minuman, bumbu instan, cokelat, rumput laut, dan berbagai makanan khas Thailand lainnya, niat itu biasanya langsung berubah.
Tidak sedikit wisatawan yang datang membawa koper kosong atau menyisakan ruang besar di koper khusus untuk oleh-oleh dari Big C. Dan setelah melihat langsung isinya, saya mulai mengerti alasannya.
Rak demi rak dipenuhi produk yang menarik untuk dicoba. Bahkan banyak barang yang sebelumnya tidak ada dalam daftar belanja akhirnya ikut masuk ke keranjang begitu saja.
Pada akhirnya, keluar dari Big C tanpa membawa banyak kantong belanja rasanya hampir mustahil.
Malaysia: Penang yang Selalu Membuat Perut Sulit Beristirahat
Kalau Bangkok membuat saya sibuk berburu snack dan oleh-oleh, maka Penang membuat saya sibuk mencari tempat makan dari pagi sampai malam.
Penang memang sudah lama dikenal sebagai salah satu surga kuliner di Asia. Bahkan banyak wisatawan yang datang bukan karena tempat wisatanya, melainkan karena makanannya.
Salah satu kawasan yang paling sering dikunjungi tentu saja Jalan Macalister. Di sini ada begitu banyak pilihan makanan yang membuat bingung harus mulai dari mana.
Mulai dari makanan khas Malaysia, Chinese food, hingga berbagai jajanan tradisional bisa ditemukan dengan mudah.
Yang menarik dari Penang adalah suasana kulinernya terasa sangat hidup. Banyak tempat makan sederhana yang terlihat biasa dari luar, tetapi ternyata memiliki rasa yang luar biasa.
Kadang tempat yang paling ramai justru bukan restoran mewah, melainkan kedai kecil yang sudah berdiri puluhan tahun.
Selain kuliner, ada satu kegiatan yang hampir selalu dilakukan wisatawan sebelum meninggalkan Penang, yaitu berburu oleh-oleh.
Dan kalau berbicara tentang oleh-oleh Penang, nama Ban Heang hampir selalu muncul.
Ban Heang bisa dibilang menjadi salah satu toko oleh-oleh paling terkenal di Penang. Tempat ini selalu ramai oleh wisatawan yang ingin membawa pulang makanan khas Penang.
Salah satu produk yang paling terkenal adalah tau sar pneah, yaitu kue tradisional dengan isian kacang hijau yang memiliki tekstur unik dan rasa yang khas.
Selain itu, pilihan oleh-oleh di Ban Heang juga sangat banyak sehingga memudahkan wisatawan yang ingin berbelanja dalam satu tempat.
Tidak jauh berbeda, Bee Cheng Hiang juga menjadi destinasi favorit berikutnya.
Bahkan sebelum masuk ke dalam toko, aroma khas bak kwa yang sedang dipanggang biasanya sudah tercium dari kejauhan.
Bak kwa merupakan daging panggang manis yang sangat populer di kalangan wisatawan Asia. Teksturnya lembut, rasanya gurih dan manis, serta memiliki aroma yang khas.
Tidak heran jika banyak orang rela mengantre cukup lama hanya untuk membeli beberapa kotak sebagai oleh-oleh.
Lucunya, sering kali niat awal hanya membeli sedikit untuk keluarga di rumah. Namun setelah mencicipi satu potong, biasanya jumlah yang dibeli langsung bertambah.
Singapura: Negara Kecil yang Punya Banyak Godaan Kuliner
Singapura mungkin terkenal sebagai negara yang modern dan tertata rapi. Namun bagi pecinta makanan, negara ini juga memiliki banyak sekali pilihan kuliner yang menarik.
Salah satu tempat yang hampir selalu masuk itinerary wisatawan Indonesia adalah Bugis Street.
Memang banyak orang datang ke Bugis untuk berbelanja oleh-oleh. Namun sebenarnya pengalaman berjalan-jalan di kawasan ini juga cukup seru.
Lorong-lorong yang ramai dipenuhi berbagai toko membuat suasananya selalu hidup. Mulai dari gantungan kunci, magnet kulkas, kaus khas Singapura, hingga camilan lokal tersedia dalam berbagai pilihan.
Bugis menjadi tempat yang cocok untuk membeli oleh-oleh tanpa harus mengeluarkan biaya terlalu besar.
Setelah puas berbelanja, biasanya perjalanan berlanjut ke Orchard Road.
Di tengah banyaknya pusat perbelanjaan mewah dan toko-toko internasional, ada satu kuliner sederhana yang justru menjadi favorit banyak wisatawan, yaitu es krim Uncle.
Kalau baru pertama kali melihatnya, mungkin tidak akan menyangka bahwa gerobak sederhana ini begitu terkenal.
Es krim yang disajikan dengan roti warna-warni atau wafer tersebut sudah menjadi bagian dari pengalaman wisata di Singapura selama bertahun-tahun.
Rasanya sederhana, tetapi justru itulah yang membuatnya istimewa.
Banyak wisatawan yang sengaja mampir ke Orchard hanya untuk membeli satu potong es krim sambil berjalan santai menikmati suasana kota.
Selain itu, pengalaman kuliner di Singapura juga tidak lengkap tanpa mengunjungi hawker centre.
Tempat makan seperti ini menawarkan berbagai makanan khas Singapura dengan harga yang relatif terjangkau. Suasananya ramai, penuh aktivitas, dan memberikan pengalaman yang lebih dekat dengan kehidupan masyarakat lokal.
Kadang justru makanan yang dinikmati di hawker centre menjadi salah satu kenangan paling berkesan selama berada di Singapura.
Indonesia: Rumah bagi Ribuan Rasa yang Selalu Dirindukan
Setelah berkeliling ke beberapa negara, ada satu hal yang selalu saya sadari setiap kali pulang. Indonesia ternyata memiliki kekayaan kuliner yang luar biasa.
Setiap kota memiliki makanan khas yang berbeda dan selalu menarik untuk dijelajahi.
Di Medan misalnya, kawasan Cemara Asri menjadi salah satu tempat favorit untuk berburu kuliner.
Di sana ada Kalasan yang cukup terkenal. Salah satu hal yang menarik dari tempat ini adalah pengunjung bisa memilih sendiri jenis sayuran yang ingin dinikmati.
Konsep sederhana seperti ini justru membuat pengalaman makan menjadi lebih menyenangkan.
Tidak jauh dari sana, ada juga berbagai pilihan Chinese food yang sudah dikenal banyak orang.
Salah satunya adalah Resepi Amai yang terkenal dengan bakpaonya. Selain bakpao ukuran biasa, tersedia juga mini pao yang ukurannya lebih kecil dan cocok untuk dinikmati sebagai camilan.
Belum lagi berbagai pilihan kue pasar yang selalu berhasil menarik perhatian. Kadang rasanya ingin mencoba semuanya sekaligus.
Di Binjai, ada satu nama yang hampir selalu disebut ketika berbicara tentang kuliner legendaris, yaitu Mie Pangsit Ayong.
Tempat ini sudah terkenal sejak lama dan tetap memiliki banyak pelanggan setia hingga sekarang.
Sementara di Jakarta, pilihan kuliner terasa seperti tidak ada habisnya. Kawasan seperti Blok M, Pantai Indah Kapuk, Muara Karang, dan Tanjung Duren selalu menghadirkan tempat makan baru yang menarik untuk dicoba.
Setiap kali datang, hampir selalu ada sesuatu yang berbeda.
Ketika Oleh-Oleh Menjadi Bagian dari Perjalanan
Salah satu hal yang menarik dari traveling adalah kebiasaan membeli oleh-oleh.
Mungkin sebenarnya oleh-oleh bukan kebutuhan utama. Namun rasanya ada yang kurang jika pulang tanpa membawa sesuatu untuk keluarga, teman, atau bahkan untuk diri sendiri.
Akhirnya koper yang saat berangkat masih terasa lega perlahan mulai penuh.
Dimulai dari snack Thailand dari Big C, kue khas Penang dari Ban Heang, bak kwa dari Bee Cheng Hiang, camilan dari Singapura, hingga berbagai makanan lokal dari Indonesia.
Semuanya masuk sedikit demi sedikit sampai akhirnya koper terasa jauh lebih berat dibandingkan saat berangkat.
Dan anehnya, kejadian ini hampir selalu terulang di setiap perjalanan.
Karena Sebagian Cerita Perjalanan Selalu Dimulai dari Makanan
Pada akhirnya, saya menyadari bahwa makanan bukan hanya soal rasa kenyang.
Makanan sering menjadi cara paling sederhana untuk mengenal sebuah tempat. Lewat makanan, kita bisa melihat budaya, kebiasaan, dan karakter masyarakat di suatu daerah.
Pad Thai mengingatkan pada keramaian Bangkok. Tau sar pneah membawa ingatan kembali ke Penang. Es krim Uncle mengingatkan pada sore hari di Orchard Road. Sementara berbagai makanan di Indonesia selalu menjadi alasan untuk pulang dengan rasa rindu.
Mungkin itulah alasan mengapa saya selalu mencari makanan setiap kali traveling.
Karena sering kali, kenangan terbaik dari sebuah perjalanan bukan hanya tentang tempat yang dikunjungi, tetapi juga tentang rasa yang pernah dicoba.
Dan kalau ada yang bertanya apa tujuan utama saat liburan, mungkin saya akan tetap menjawab hal yang sama.
Bukan berburu foto, bukan berburu tempat wisata, melainkan berburu makanan.
Karena terkadang, cerita perjalanan yang paling berkesan justru dimulai dari pertanyaan sederhana:
"Hari ini kita makan apa?"
Penulis : Davina Amelia
Komentar
Posting Komentar