Menjelajahi Korea Selatan dari Kota-Kota Kecil: Destinasi Unik dan Kuliner Khas yang Jarang Diketahui Wisatawan
Penulis : Jennifer Julviany
(Sumber : https://share.google/dbhhepYOH0Ik0Swqv )
Banyak orang mengenal Korea Selatan lewat Seoul yang modern, Busan dengan pantainya yang indah, atau Pulau Jeju yang romantis. Tidak sedikit pula yang mulai tertarik mengunjungi Korea setelah menonton drama atau mendengarkan lagu-lagu K-pop.
Namun, ada sisi lain dari Korea Selatan yang tidak selalu muncul dalam itinerary wisata pada umumnya.
Di balik gemerlap kota besar, terdapat kota-kota kecil dan daerah yang memiliki pesonanya sendiri. Tempat-tempat ini mungkin tidak memiliki antrean wisatawan sepanjang hari atau landmark yang langsung dikenali banyak orang. Tetapi justru di sanalah kita bisa menemukan pengalaman yang lebih dekat dengan kehidupan masyarakat lokal. Dan seperti banyak perjalanan yang berkesan, semuanya sering kali dimulai dari makanan.
Kadang, semangkuk sup hangat atau camilan sederhana di sebuah kota kecil mampu meninggalkan kesan yang bertahan jauh lebih lama daripada foto-foto yang memenuhi galeri ponsel.
Kalau kamu ingin melihat Korea Selatan dari sudut yang berbeda, mungkin sepuluh tempat berikut bisa menjadi inspirasi.
Gangneung: Kota Pesisir dengan Tahu yang Legendaris
(Sumber : https://share.google/usN5mTj5hAmtdWUjO )
Gangneung terletak di pesisir timur Korea Selatan dan terkenal karena pantainya yang indah serta suasananya yang tenang. Kota ini juga sempat menjadi salah satu lokasi penyelenggaraan Olimpiade Musim Dingin 2018. Namun bagi para pencinta kuliner, Gangneung memiliki daya tarik yang lebih sederhana.
Chodang Sundubu: Tahu Lembut yang Berbeda
(Sumber : https://share.google/0kTqjR2IeShC8h4wX )
Gangneung terkenal dengan Chodang Sundubu, tahu lembut yang dibuat menggunakan air laut sebagai pengganti bahan penggumpal biasa. Hasilnya adalah tahu dengan tekstur sangat halus dan rasa yang lembut. Biasanya, hidangan ini disajikan dalam sup panas atau dimakan dengan lauk sederhana. Mungkin terdengar biasa saja. Tetapi justru dari kesederhanaannya itulah keistimewaan Chodang Sundubu muncul.
Sokcho: Kota Kecil di Dekat Pegunungan
(Sumber : https://share.google/bvwqTWeWGFJEgJGtr )
Sokcho sering menjadi pintu masuk menuju Taman Nasional Seoraksan. Namun, kota ini juga memiliki kehidupan lokal yang menarik. Pasar tradisional Sokcho dipenuhi berbagai makanan yang menggoda selera.
Sokcho Dakgangjeong: Ayam Goreng yang Sulit Dilupakan
(Sumber : https://share.google/EccCsx2bPcckzY5Uk )
Dakgangjeong adalah ayam goreng Korea yang dilapisi saus manis dengan sedikit rasa pedas. Teksturnya renyah di luar dan tetap lembut di dalam. Banyak wisatawan membeli makanan ini untuk dinikmati setelah seharian menjelajahi Seoraksan. Dan sering kali, satu kotak terasa tidak cukup.
Tongyeong: Kota Pelabuhan yang Penuh Warna
(Sumber : https://share.google/QuzyBDpdGj1PLyMlc )
Tongyeong dikenal sebagai salah satu kota pelabuhan terindah di Korea Selatan. Pemandangan laut berpadu dengan rumah-rumah berwarna-warni menciptakan suasana yang menenangkan.
Chungmu Gimbap: Gimbap dengan Cara Penyajian yang Unik
(Sumber : https://share.google/4EsBGhtrXeQuhWH4V )
Berbeda dari gimbap pada umumnya, Chungmu Gimbap disajikan tanpa isian. Gulungan nasi rumput laut ini ditemani cumi-cumi pedas dan kimchi lobak.
Meski sederhana, kombinasi rasanya sangat khas. Dan seperti banyak makanan tradisional lainnya, kesederhanaan justru menjadi daya tarik utamanya.
Namwon: Kota yang Sarat Cerita
(Sumber : https://share.google/iqkXWeYKP3vpGI5fP )
Namwon dikenal karena legenda cinta Chunhyang yang sangat populer di Korea. Selain nilai budayanya, kota ini juga memiliki kuliner yang cukup unik.
Chueotang: Sup Tradisional yang Menghangatkan
(Sumber : https://share.google/vAjH4SCUdjWYdaKB2 )
Chueotang merupakan sup yang dibuat menggunakan ikan loach yang dihaluskan bersama berbagai rempah dan sayuran. Bagi sebagian orang, bahan utamanya mungkin terdengar asing. Namun hidangan ini dipercaya memiliki banyak manfaat dan sangat cocok disantap saat cuaca dingin.
Kadang, mencoba makanan baru memang membutuhkan sedikit keberanian. Tetapi justru dari situlah pengalaman baru dimulai.
Hadong: Surga bagi Pecinta Teh Hijau
(Sumber : https://share.google/hING1t0qCloyHulEv )
Boseong memang lebih terkenal sebagai daerah penghasil teh hijau. Namun Hadong juga memiliki perkebunan teh yang tidak kalah indah. Suasananya jauh lebih tenang dengan jumlah wisatawan yang lebih sedikit.
Dessert Teh Hijau Hadong
(Sumber : https://share.google/pKzLnNKCqFrc32to5 )
Di Hadong, teh hijau diolah menjadi berbagai makanan penutup seperti es krim, kue, hingga minuman modern. Rasanya lembut dan tidak terlalu pahit. Bagi pencinta matcha, Hadong bisa menjadi destinasi yang sangat menyenangkan.
Ulleungdo: Pulau yang Jauh dari Keramaian
(Sumber : https://share.google/Kf2rlh2iXIBmaP1I1 )
Ulleungdo terletak di Laut Timur Korea dan membutuhkan perjalanan khusus untuk mencapainya. Namun, keindahan alam serta suasananya yang damai membuat banyak orang merasa perjalanan tersebut sangat layak dilakukan.
Honghap Bap: Nasi Kerang yang Mengenyangkan
(Sumber : https://share.google/atuX6DuTQqql1NSvq )
Honghap Bap adalah nasi yang dimasak bersama kerang segar. Aromanya khas dengan rasa gurih yang berasal dari hasil laut setempat. Menikmati makanan ini sambil melihat pemandangan laut terasa seperti bentuk sederhana dari kebahagiaan.
Yeongju: Kota Apel yang Menyegarkan
(Sumber : https://share.google/RKrtit90wjRKX2NrF )
Yeongju dikenal sebagai salah satu daerah penghasil apel terbaik di Korea Selatan. Saat musim panen tiba, pemandangan kebun apel menjadi daya tarik tersendiri.
Dessert Berbahan Apel
Mulai dari jus apel, pai apel, hingga selai apel, semuanya dapat ditemukan dengan mudah di sini. Rasanya segar dan cocok dijadikan oleh-oleh.
Kadang, sesuatu yang sederhana seperti buah lokal bisa menjadi kenangan paling manis dari sebuah perjalanan.
Jecheon: Kota dengan Tradisi Pengobatan Herbal
(Sumber : https://share.google/bAXXfk10uASbAGtXV )
Jecheon terkenal karena kaitannya dengan pengobatan tradisional Korea. Daerah ini juga memiliki suasana yang tenang dan dikelilingi pemandangan alam yang indah.
Kuliner Herbal Khas Jecheon
(Sumber : https://share.google/1mgmDtLGc0Mhpsgo2 )
Banyak restoran di Jecheon menyajikan makanan dengan bahan-bahan herbal. Selain itu, terdapat juga berbagai camilan tradisional yang dipercaya baik untuk kesehatan.
Pengalaman kuliner di Jecheon terasa berbeda karena tidak hanya berfokus pada rasa, tetapi juga filosofi keseimbangan tubuh.
Mungyeong: Kota dengan Teh yang Unik
(Sumber : https://share.google/JAjIABDxuGRpHQrMH )
Mungyeong memiliki sejarah panjang sebagai jalur perdagangan pada masa lalu. Kini, kota ini dikenal karena teh khasnya.
Omija Tea: Teh Lima Rasa
(Sumber : https://share.google/mhDof85qzl9n65fgG )
Omija berarti "lima rasa." Teh ini dipercaya memiliki kombinasi rasa manis, asam, pahit, asin, dan pedas. Bagi banyak wisatawan, pengalaman mencicipi Omija Tea menjadi sesuatu yang sulit dilupakan. Karena tidak setiap hari kita menemukan minuman dengan karakter seperti ini.
Gurye: Hidangan yang Terinspirasi dari Alam
(Sumber : https://share.google/p5jbl2t1mRCn49Ine )
Gurye berada di dekat Taman Nasional Jirisan. Daerah ini sangat identik dengan kehidupan yang dekat dengan alam.
Sanchae Jeongsik: Makanan Pegunungan Korea
(Sumber : https://share.google/lkPwiDocWbzjg6eiT )
Sanchae Jeongsik adalah hidangan yang terdiri dari berbagai lauk berbahan sayuran liar dari pegunungan. Disajikan dalam banyak piring kecil, makanan ini menunjukkan bagaimana masyarakat Korea memanfaatkan hasil alam secara sederhana namun penuh rasa.
Selain sehat, hidangan ini juga memberikan pengalaman kuliner yang berbeda dari makanan Korea yang biasa dikenal wisatawan.
Korea Selatan yang Tidak Banyak Diketahui
Kota-kota kecil ini mungkin tidak muncul dalam daftar destinasi paling populer. Namun, mereka menawarkan sesuatu yang berbeda. Ada ketenangan. Ada keramahan. Ada rasa ingin tahu yang terus tumbuh setiap kali mencoba makanan baru atau berbincang dengan penduduk setempat.
Perjalanan tidak selalu harus dipenuhi landmark terkenal. Kadang, justru tempat-tempat kecil inilah yang membuat kita merasa benar-benar terhubung dengan sebuah negara.
Penutup: Apakah Rasa Bisa Menentukan Tujuan Perjalanan?
Banyak orang memilih tujuan wisata berdasarkan pemandangan yang indah. Ada juga yang mengejar tempat-tempat yang sedang viral. Namun tidak sedikit traveler yang menentukan destinasi berdasarkan satu hal sederhana: makanan. Karena makanan bukan sekadar soal kenyang. Makanan adalah cerita. Tentang tradisi keluarga. Tentang bahan-bahan lokal. Tentang kenangan yang tercipta di meja makan.
Kalau kamu bisa membuat "peta rasa" perjalananmu di Korea Selatan, makanan mana yang paling ingin kamu coba terlebih dahulu? Apakah semangkuk Chodang Sundubu yang lembut, Chungmu Gimbap yang sederhana, atau secangkir Omija Tea dengan lima rasa yang unik?
Menurutmu, bisakah sebuah makanan menjadi alasan utama seseorang untuk bepergian ke tempat yang belum pernah mereka dengar sebelumnya? Yuk, bagikan pendapatmu di kolom komentar. Siapa tahu, rekomendasimu justru menjadi destinasi kuliner impian bagi pembaca lainnya. 🇰🇷🍜🍵
Komentar
Posting Komentar