Liburan Pertama ke China? Kenalan Dulu Sama Hangzhou, Shanghai, dan Beijing
China jadi salah satu destinasi di Asia Timur yang sering bikin penasaran. Kalau Jepang terasa rapi dan futuristik, serta Korea yang hidup dengan budaya pop-nya, China justru hadir dengan karakter yang lebih besar, berani, dan penuh kejutan.
Negara ini luas banget, dan setiap kota punya vibe yang bisa beda jauh satu sama lain. Dalam satu perjalanan, kamu bisa ngerasain perpaduan antara sejarah ribuan tahun, perkembangan teknologi yang pesat, sampai kehidupan kota modern yang super sibuk.
Nah, kalau kamu punya waktu sekitar 1 - 2 minggu di China, ada tiga kota yang bisa banget jadi pilihan utama: Beijing, Shanghai, dan Hangzhou.
Beijing cocok buat kamu yang pengen ngerasain sisi sejarah China secara langsung. Di sini kamu bisa mengunjungi tempat-tempat ikonik seperti Tembok Besar dan Forbidden City, yang benar-benar ngasih gambaran betapa panjang dan megahnya sejarah negara ini.
Berbeda dengan Beijing, Shanghai menawarkan suasana yang jauh lebih modern dan internasional. Kota ini dipenuhi gedung pencakar langit, pusat bisnis, dan kehidupan kota yang cepat. Cocok banget buat kamu yang suka city vibes dan ingin melihat sisi “masa depan” dari China.
Sementara itu, Hangzhou punya suasana yang lebih tenang dan menenangkan. Kota ini terkenal dengan keindahan alamnya, terutama West Lake, yang sering disebut sebagai salah satu danau paling indah di China. Cocok buat kamu yang ingin rehat sejenak dari hiruk-pikuk kota besar.
Dengan kombinasi tiga kota ini, kamu bisa merasakan pengalaman yang cukup lengkap mulai dari sejarah, modernitas, sampai keindahan alam dalam satu perjalanan ke China. Mimin punya nih rekomendasi itinerary buat jalan-jalan di ketiga kota ini untuk pertama kalinya, yuk kita simak dibawah!
Day 1 - 4 Beijing: Kota Bersejarah dan Ikonik
Day 1 - Arrival & Santai
Hari pertama di Beijing dimulai dengan rasa campur aduk, antara capek setelah perjalanan panjang dan excitement karena akhirnya sampai juga di salah satu kota paling bersejarah di dunia. Setelah check-in hotel dan istirahat sebentar, aku memutuskan buat jalan santai di sekitar penginapan, pas banget nih waktunya sore ketika sampai. Buat makan malam, aku langsung nyobain salah satu makanan yang udah dari lama masuk wishlist: Peking Duck. Emang gokil makanan khas Beijing ini, dari aroma, penampilan hingga rasa merupakan sebuah pengalaman tak terlupakan.
Day 2 - Forbidden City & Tiananmen
Masuk ke hari kedua, suasana Beijing mulai terasa lebih “hidup”. Aku pergi ke Tiananmen Square, yang ternyata jauh lebih luas dari bayanganku. Dari sana lanjut ke Forbidden City, dan di sini rasanya kayak benar-benar dibawa ke masa lalu. Kompleksnya besar banget, detail bangunannya megah, dan tiap sudutnya punya cerita sendiri. Sebelum pulang, aku naik ke Jingshan Park dan view dari atasnya? Worth it banget. Kota Beijing kelihatan luas dan terstruktur dengan cara yang unik.
Day 3 - The Great Wall
Hari ketiga jadi salah satu highlight utama: Great Wall of China. Aku pilih ke bagian Mutianyu karena katanya nggak terlalu ramai, dan ternyata pilihan yang tepat. Jalan di atas tembok yang sudah berdiri ratusan tahun itu rasanya agak surreal capek sih, tapi tiap langkahnya kayak punya makna sendiri. Sore harinya, kalau masih ada tenaga, bisa lanjut ke Summer Palace, tapi jujur setelah Great Wall, badan biasanya udah mulai “protes”. Waktu itu sih saya sempatin kesana juga buat foto-foto hahaha.
Day 4 - Culture & Shopping
Hari terakhir di Beijing aku pakai buat menikmati sisi kota yang lebih santai. Pagi hari ke Temple of Heaven, suasananya tenang dan cukup berbeda dari tempat wisata sebelumnya. Saya rasa area Temple of Heaven ini sangat luas, kalian bisa explore dan foto-foto sampai sore hari. Catatan dari mimin, jangan lupa pakai sunblock/sunscreen atau bawa payung waktu musim panas kalau gak mau dibakar hidup-hidup🤣. Sore menjelang malamnya ditutup di Wangfujing Street, tempat yang ramai dengan street food dan lampu-lampu kota. Kalian juga bisa shopping atau belanja di area ini, tempat yang pas buat nutup pengalaman di Beijing sebelum lanjut ke kota berikutnya hehe😊.
Day 5 - 7 Shanghai: Modern & City Life
Day 5 - Disambut oleh Ikonik Shanghai
Perjalanan ke Shanghai jadi transisi yang cukup kerasa dari Beijing. Dari kota yang kental sejarah, tiba-tiba masuk ke suasana yang jauh lebih modern dan cepat. Aku naik kereta cepat, dan jujur aja, pengalaman keretanya sendiri udah jadi highlight cepat, nyaman, dan super efisien.
Sampai di Shanghai, setelah check-in dan istirahat sebentar, aku langsung keluar buat explore. Tujuan pertama: Nanjing Road. Jalan ini bener-bener hidup ramai, penuh lampu, dan isinya toko di mana-mana. Dari situ lanjut ke The Bund, dan ini sih… langsung bikin “wow”. Di satu sisi ada bangunan klasik, di sisi lain skyline modern Shanghai berdiri megah. Kontrasnya dapet banget, apalagi pas malam hari dengan lampu kota yang nyala semua.
Day 6 - Hal yang Gak Boleh Miss di Shanghai🔥
Hari kedua di Shanghai ini aku dedikasikan buat sesuatu yang sedikit beda yaitu Shanghai Disneyland. Dari pagi sampai malam, aku main seharian di sana. Tempatnya besar banget, dan vibes-nya beda dari Disneyland yang lain ada sentuhan khas China juga. Wahana di Disneyland Shanghai juga berbeda dengan Disneyland yang lain, salah satunya yang paling aku suka itu wahana roller coaster Tron. Walaupun capek, tapi experience-nya worth it banget, apalagi pas malam dengan parade dan kembang api. Setelah keluar, ditutup dengan menikmati night view Shanghai yang emang nggak pernah gagal.
Day 7 – Wisata Populer & Lifestyle
Masuk hari ketiga di Shanghai, aku mulai explore sisi lain kota ini. Pagi ke area Lujiazui, tempat iconic seperti Oriental Pearl Tower berdiri. Dari sini kamu bisa benar-benar lihat sisi “futuristik” Shanghai. Setelah itu, suasana langsung berubah pas aku ke Tianzifang dan French Concession lebih santai, banyak kafe, dan cocok banget buat jalan tanpa tujuan. Terakhir, aku mampir ke Yuyuan Garden, yang ngasih sentuhan tradisional di tengah kota modern. Rasanya kayak diingatkan lagi kalau Shanghai itu bukan cuma soal gedung tinggi, tapi juga punya sisi budaya yang masih kuat.
Day 8 - 9 Hangzhou: Alam & Relax
Day 8 - Langsung Gas ke Tempat Wisata
Setelah beberapa hari di Shanghai yang super sibuk, perjalanan ke Hangzhou terasa seperti “napas panjang”. Aku naik bullet train sekitar satu jam, dan begitu sampai, vibes-nya langsung beda lebih tenang, lebih santai, dan nggak sepadat kota sebelumnya.
Hari pertama di Hangzhou aku langsung menuju West Lake, yang memang jadi ikon utama kota ini. Aku pilih jalan santai di sekitar danau, sesekali berhenti cuma buat menikmati suasana. Kalau mau, bisa juga naik boat buat dapetin view yang beda. Nggak berisik, nggak ramai, cuma suasana tenang yang bikin kamu lupa kalau sebelumnya habis dari kota besar.
Siang harinya, aku coba sesuatu yang cukup unik, aku ke Songcheng (Song Dynasty Town). Tempat ini kayak “kota tema” yang ngebawa kamu balik ke zaman Dinasti Song. Mulai dari arsitektur, suasana jalanan, sampai pertunjukannya dibuat dramatis dan immersive banget. Highlight-nya ada di show “Romance of the Song Dynasty”, yang menurutku cukup spektakuler kombinasi tari, efek visual, dan storytelling yang bikin pengalaman di Hangzhou jadi beda dari kota lain.
Day 9 - Alam & Tradisi
Hari berikutnya, aku mulai pagi dengan suasana yang lebih hening di Lingyin Temple. Tempatnya dikelilingi alam, jadi rasanya damai banget. Dari situ lanjut ke Longjing Tea Village, tempat asal teh hijau terkenal di China. Di sini kamu bisa lihat langsung perkebunan teh, bahkan coba minum tehnya langsung di tempat asalnya. Nggak cuma wisata, tapi juga pengalaman yang lebih “slow” dan mindful.
Sisa hari di Hangzhou aku pakai buat benar-benar santai nggak ngejar tempat, nggak buru-buru. Kota ini memang paling cocok dinikmati pelan-pelan. Dan justru di sini terasa, kalau perjalanan ke China bukan cuma soal tempat yang dikunjungi, tapi juga soal ritme yang berubah di setiap kota.
Tips & Tricks dari Mimin ლ(╹◡╹ლ)
Aplikasi & Pembayaran → Di China, hampir semua transaksi sudah cashless. Banyak tempat tidak menerima uang tunai atau kartu internasional, jadi pastikan kamu sudah install dan setup Alipay sebelum berangkat.
Internet & Akses → Google, Instagram, dan WhatsApp tidak bisa diakses di China. Solusinya, gunakan VPN atau kartu sim yang sudah diaktifkan sebelum sampai di sana supaya tetap bisa terkoneksi.
Transportasi → Untuk perjalanan antar kota seperti Beijing, Shanghai, dan Hangzhou, gunakan bullet train karena lebih cepat, nyaman, dan tepat waktu.
Makanan Wajib Dicoba → Beijing: Peking Duck, Shanghai: Xiao Long Bao, Hangzhou: Teh Longjing
Bahasa → Tidak semua orang di China bisa bahasa Inggris, jadi ada baiknya kamu download google translate offline dan screenshot alamat hotel dalam bahasa Mandarin.
Dengan rute ini, kamu bisa merasakan tiga sisi China dalam satu perjalanan: mulai dari Beijing yang penuh sejarah, lanjut ke Shanghai yang modern dan futuristik, sampai akhirnya ke Hangzhou yang tenang dan menenangkan.
Perjalanan ini bukan cuma soal pindah kota, tapi tentang merasakan perubahan suasana di setiap tempat. Dan justru di situlah letak serunya setiap kota punya karakter yang beda, dan semuanya bikin pengalaman ke China jadi jauh lebih berkesan.
Jadi gimana nih, apakah sudah ada gambaran tentang trip/holiday kali ini hahaha. Kalau kamu punya pertanyaan atau bingung atau sekalipun pengen minta tips tambahan boleh banget komen dibawah, nanti aku bales yaa 😊. Penulis: Gilberto Arickson
sangat membantu ini
BalasHapusjalan jalan nih
BalasHapus